Author Avatar

admin

0

Share post:

Gara-gara viralnya akad nikah pasangan pesohor yang konon tidak pernah saling pacaran sebelumnya, banyak orang yang penasaran dengan tata cara taaruf. Menurut kabar yang beredar, beberapa sejoli itu cuma melakukan taaruf secara online, dilanjutkan lamaran, kemudian menikah.

Terlepas dari masalah apakah mereka telah melakukan cara taaruf yg benar, keduanya toh telah meresmikan diri sebagai pasangan suami istri sah. Nah, bantu-membantu apa sih taaruf itu? Lalu, bagaimana cara taaruf dalam Islam?

Taaruf merupakan perkenalan antara laki-laki dan wanita untuk tujuan menikah sesuai dengan cara-cara yang disunahkan. Proses perkenalan ini lazimnya dikerjakan dengan bertamu ke rumah pihak wanita sekaligus mengenalkan kedua keluarga. Kata “taaruf” sendiri sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yg merupakan serapan dari bahasa Arab, “lita’arafu” yang memiliki arti saling mengenal.

Cara Taaruf yg Sahih

Bagi kau yg ingin tau dengan metode taaruf hingga menikah, berikut ini yakni dua tahapan.

Tata cara ta,aruf online

Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai tahap Taaruf, ada informasi penting juga nih. Bagi kalian yang memang sudah menemukan pujaan hati, buru-burulah menikah. Lalu jika anda telah diberikan bayi, anda boleh mencoba mencari nama untuk momongan yang mempunyai arti nama yang indah dan baik.

Saling Membuat Proposal

Jangan bayangkan metode taaruf itu hanya mengandalkan kemampuan mengatakan dan meyakinkan calon pasangan dan keluarga. Pasalnya, masing-masing calon pasangan wajib membuat proposal buat saling diajukan.

Namanya usulan niscaya mesti dibentuk secara tertulis serta visi dan misi calon pasangan di era mendatang sehabis menikah.

Nir cukup hanya foto karena mesti dilengkapi dengan data diri dan keluarga, rencana acara akad nikah, target keturunan dan pendidikan anak, dan pastinya tingkat pengetahuan soal agama Islam. Singkatnya, ajuan ini tak yang lain semacam CV (Curriculum Vitae) untuk kebutuhan mengenalkan diri ke calon pasangan.

Lalu, siapa yg bakal menyerahkan usulan itu? Kan kandidat pasangan tak boleh berjumpa dahulu?

Nah, di sinilah ada peran seorang mediator atau pembina bagi mencarikan pasangan lewat usulan yg sudah dibuat. Perantara itu juga punya tugas sebagai pengirim tawaran ke calon pasangan yg diinginkan.

Bertukar Proposal

Kalau sudah ada kandidat yang diinginkan, proposal itu mampu diberikan kepadanya. Begitu juga sebaliknya, si pemberi juga mulai menerima proposal dari calon yg sudah dikirimi. Saling bertukar anjuran yaitu salah satu tahapan dari cara taaruf yang benar, dan sungguh menentukan langkah ke depannya.

Setelah masing-masing kandidat menerima dan mempelajari proposal yang diterimanya, pihak perantara mulai menanyakan apakah mereka telah menetapkan pilihan. Kalau keduanya sudah merasa mantap, saatnya mengatur rapat.

Proposal yg diterima masing-masing kandidat pasangan itu akan dipelajari juga oleh pihak keluarga. Peran keluarga penting untuk memberikan yg terbaik bagi anaknya biar sungguh-sungguh mampu menentukan pasangan terbaik.

Pertemuan Calon Pasangan

Pertemuan | unsplash.com
Cara taaruf dalam Islam berikutnya yakni berjumpa dengan kandidat pasangan. Eits, tunggu lalu. Dilarang keras bertemu hanya berduaan. Kamu dan calon pasanganmu cuma boleh ketemu seandainya didampingi mediator.

Rendezvous itu untuk menanyakan kesiapan masing-masing kandidat. Jika keduanya telah merasa cocok, proses selanjutnya dapat dilakukan. Oh ya, momen meeting dengan kandidat pasangan ini pun ada adabnya lho.

Masing-masing tak boleh berlebihan dalam memandang calonnya. Spesifik buat cowok, persepsi matanya tidak boleh blingsatan mengamati calon pasangannya.

Lalu, di manakah pertemuan itu dikerjakan? Hal ini dapat dibahas dulu antara kedua kandidat pasangan melalui perantara. Lokasi itu sebaiknya jangan di salah satu rumah calon pasangan. Lebih baik di kawasan yg netral dan tenteram untuk keduanya. Tentu saja proses pembahasan tempat itu mesti lewat pihak mediator.

Mempertemukan Keluarga dan Khitbah

Nah, saatnya meeting antara dua keluarga dan dilanjutkan dengan khitbah. Apa itu khitbah? Dalam rangkaian sistem taaruf hingga menikah, khitbah yaitu proses peminangan alias lamaran.

Penting buat dimengerti bahwa jarak dari proses perkenalan pertama sampai merasa cocok dan lamaran tidak boleh terlalu usang. Paling usang sekitar 3 pekan. Seperti yg kami ketahui, taaruf bukanlah pacaran yang kami ketahui kebanyakan.

Taaruf yaitu proses perkenalan antara beberapa calon untuk kemudian dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Jadi, dalam rangkaian tata cara taaruf, khitbah sejatinya melibatkan keluarga dari beberapa kandidat pasangan. Rendezvous antara beberapa keluarga ini mampu sekaligus membicarakan planning program komitmen dan resepsi.

Akad Nikah

Kalau semuanya telah baiklah, mulai dari tanggal program dan tetek bengek lainnya, beberapa calon tinggal melanjutkan langkah simpulan dari cara taaruf yang benar, yaitu mengadakan ijab kabul.

Untuk acara ijab kabul ini bisa diubahsuaikan janji kedua keluarga selama tak melanggar syariat Islam.

Cara taaruf dalam Islam bekerjsama tidak ribet asalkan segala pihak yang menjalani paham dengan kaidah dan ketentuannya. Toh, tujuan utamanya ialah demi kebaikan dari kedua calon pasangan.

Menikah yakni ibadah yg disunahkan dalam Islam, mau menerapkan praktik taaruf atau tak, seluruh kembali pada keyakinan pihak yang menjalani. Nah, itulah rangkaian sistem taaruf sampai menikah yg supaya mampu membantumu dalam kehidupan ini.

Pembelajaran Lebih Lanjut : taaruf online indonesia

Trik Paling Gampang Menghasilkan Duit Melalui Memainkan Aplikasi di FB
Tips Ampuh Agar Menghasilkan Duit Dari Marketplace Facebook di Tahun 2022